Ketika Anak Berkata "Aku Nggak Tahu"
Saatnya kita mencoba mendengarkan sedikit lebih lama
Sebuah Percakapan yang Sering Terjadi di Banyak Rumah
Seorang remaja pulang sekolah dan berkata,
” Aku bingung nanti mau kuliah apa.”
Orang tua tentu ingin membantu.
- “Kalau kamu suka matematika, coba teknik.”
- “Atau ekonomi. Peluang kerjanya banyak.”
- “Jangan sampai terlambat mempersiapkan.”
Semua saran itu datang dari niat baik. Tetapi percakapan yang awalnya dimulai oleh anak perlahan berubah menjadi daftar solusi dari orang tua.
“Iya…nanti aku pikirin.”
Percakapan pun selesai
Niat Baik yang Sering Terburu-buru
Sebagai orang tua, mungkin salah satu hal yang paling sulit adalah melihat anak kita bingung dan mereka tidak menemukan jawaban. Dengan pengalaman yang dimiliki, kita ingin membantu mereka membuat pilihan yang baik. Tetapi bila terlalu cepat memberikan jawaban justru membuat kita kehilangan kesempatan untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang mereka pikirkan.
Dari Fixing ke Listening
"Listening bukan berarti kita tidak memberikan arahan."
"Listening berarti kita memahami lebih dulu sebelum mengarahkan."
Ketika anak mengatakan:
“Aku nggak tahu mau ngambil kuliah jurusan apa.”
Daripada langsung:
“Kamu harus mulai cari dari sekarang.”
Coba:
“Bagian mana yang paling bikin kamu bingung?”
Ketika anak mengatakan:
“Aku takut nggak bisa ke kampus yang aku mau.”
Daripada langsung:
“Makanya kamu harus belajar lebih serius.”
Coba:
“Yang paling kamu khawatirkan apa?”
Ketika anak mengatakan:
“Teman-temanku sudah tahu semua mau kemana.”
Daripada langsung:
“Jangan bandingkan diri dengan orang lain.”
Coba:
“Kamu merasa bagaimana, melihat teman-temanmu?”
Praktik Sederhana:
3 Langkah yang Bisa Dicoba
Listen
Dengarkan sampai selesai tanpa langsung menyela
Ask
Ajukan satu pertanyaan untuk memahami, bukan menguji
Respond
Setelah memahami apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan anak, barulah tanyakan:
"Kamu mau Ayah/Ibu dengarkan dulu atau mau kita pikirkan bersama?"
Pada Akhirnya...
Masa depan anak memang penting. Tetapi mungkin kesiapan mereka menghadapi masa depan tidak hanya dibangun melalui pilihan sekolah atau karir yang tepat.
Kesiapan juga tumbuh ketika mereka belajar mengenali dirinya sendiri.
Dan proses itu dimulai dari percakapan sederhana - dengan orang tua yang bersedia mendengarkan sedikit lebih lama.
Dalam percakapan berikutnya dengan anak Anda
"bisakah Anda menahan satu nasihat dan menggantinya dengan satu pertanyaan?"